
Murid SMPIT As-Syifa Jalancagak 2 Ukir Prestasi di Ajang Literasi Hayrat Foundation
- Posted by SMPIT AS-SYIFA JALANCAGAK 2
- Date June 23, 2026
- Comments 0 comment

Budaya literasi di lingkungan santri terus menunjukkan gairah yang positif. Terbaru, kolaborasi antara lembaga internasional Hayrat Foundation dan As-Syifa Boarding School sukses menyelenggarakan perlombaan literasi tingkat pelajar yang menguji daya kritis dan kedalaman pemahaman para santri terhadap karya sastra bermutu.
Kompetisi bergengsi ini dirancang khusus untuk menguji kedalaman pemahaman, daya analisis, serta pemaknaan para santri terhadap karya literatur yang penuh makna. Buku yang menjadi objek bedah dan perlombaan kali ini adalah karya filosofis mendalam berjudul “Melihat Melalui Apel” tulisan Mirza Inak, yang diterjemahkan dengan sangat apik ke dalam bahasa Indonesia oleh Muhammad Nur Sholeh El-Barqi.
Buku “Melihat Melalui Apel” bukan sekadar bacaan ringan. Melalui narasi yang filosofis dan menyentuh, Mirza Inak mengajak pembaca untuk melihat realitas kehidupan dari sudut pandang yang lebih spiritual dan kontemplatif.
Tantangan utama bagi para peserta adalah bagaimana mereka mampu menangkap pesan tersirat, mengontekstualisasikan nilai-nilai moral buku tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, dan menyajikannya dalam bentuk ulasan yang sistematis. Kolaborasi antara Hayrat Foundation dan As-Syifa Boarding School ini bertujuan untuk mencetak generasi yang tidak hanya kuat dalam hafalan agama, tetapi juga memiliki ketajaman intelektual dalam merespons literatur kontemporer.
Di tengah ketatnya persaingan yang diikuti oleh ratusan peserta As-syifa Boarding School, santri dari SMPIT As-Syifa Jalancagak 2 berhasil menorehkan tinta emas. Fahmi Aditya, santri kelas 8 Abu, sukses meraih posisi Juara 3 dalam ajang bergengsi tersebut.
Keberhasilan Fahmi menjadi bukti bahwa santri mampu bersaing dan unggul dalam ranah literasi nasional. Kemampuannya dalam mengartikulasikan pemikiran kritis terhadap buku “Melihat Melalui Apel”. “Prestasi ini adalah hasil dari ketekunan Fahmi dalam membaca dan keinginan kuat untuk memahami isi buku secara mendalam, bukan sekadar lewat di permukaan. Kami bangga, semoga ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk lebih mencintai buku,” ujar perwakilan pihak sekolah.
Capaian yang diraih Fahmi Aditya diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh santri di SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak 2 untuk terus menghidupkan semangat Iqra (membaca). Perlombaan literasi ini membuktikan bahwa dengan metode yang tepat, buku-buku yang berat secara filosofis dapat menjadi sahabat dekat bagi para generasi muda.









